Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

7 ALASAN BERAGAM ORANG DALAM MENUNDA MEMBANGUN BISNIS

alasan jangan menunda bisnis


Siapa sih diantara kita yang tidak ingin membangun dan mendirikan usaha atau bisnis sendiri. tidak bergantung pada gaji yang diberikan oleh orang lain. melainkan sebaliknya mampu memberi gaji ke orang lain. Namun, membangun bisnis bukan perkara gampang.

ada saja hal tekhnis non tekhnis diluar maupun didalam kendali kita. ataupun hal-hal yang menjadi penghalang entah itu yang berasal dari luar atau justru dari dalam diri kita sendiri. dan khusus hal menghalangi yang berasal dari dalam diri. berikut saya ulas 7 (tujuh) alasan yang dapat menunda kita membangun usaha.

BACA JUGA 5 Skill Wajib Bagi Pengusaha

1. Tidak Tau Memulai Usaha Apa

tidak tau mau apa


Tidak Tau memulai usaha apa. ini salah satu dari beberapa hal klise yang sering kita dengar dan dapatkan dari orang-orang yang ketika disuruh atau diminta untuk berbisnis saja ketimbang bekerja secara konvensional.

karena ya, tidak tau mau bisnis apa seperti menjadi alasan umum yang lumrah untuk dikatakan dan diutarakan ketika kita sudah letih bekerja tapi ingin uang selalu ada.

padahal, jika mau membuka mata dan pikiran serta menutup rapat-rapat perasaan malas didalam diri. kita akan melihat banyak sekali peluang usaha yang meskipun terlihat itu-itu saja tapi kenyataannya adaaa saja pengunjung yang datang untuk membelinya.

kalau boleh saya ibaratkan, orang-orang seperti ini seakan punya mimpi besar yang ketika dia bangun tidur maka mimpi itu sudah menjadi nyata didepan matanya.

padahal, sebesar apapun mimpi jika tidak dilakukan sebuah aksi untuk mewujudkannya. maka mimpi tetaplah mimpi, sebesar apapun dia.

2. Tidak Punya Modal dalam jumlah banyak

tidak punya modal


Gak Punya Modal dalam Jumlah banyak. ini adalah alasan klise selanjutnya, yang bagi saya ketika menanggapi orang-orang dengan alasan seperti ini lebih kepada "malas ya malas aja, gak usah pake alasan".

kamu yang make alasan ini buat menunda untuk membangun sebuah usaha. sekarang saya tanya. kamu punya pengalaman sebagus dan sebanyak apa sehingga berani membangun sebuah bisnis ataupun usaha dengan jumlah modal yang banyak?

"nggak ada sih..tapi kan, kalo modalnya banyak usaha yang mau dijalankan jadi lebih mudah".
betul. tapi ingat, sudah matangkah ide dan konsep bisnis atau usaha yang akan kamu jalankan nantinya? jika semua sudah terkonsep dan tertata rapi, coba hitung ulang modal yang akan kamu keluarkan untuk memulai bisnis atau usaha tersebut.

membuka sebuah usaha pertama yang cukup besar dengan modal yang berjumlah banyak tentunya bagi saya pribadi adalah sebuah perjudian besar. karena usaha yang besar butuh tim dan kemampuan manajemen yang turut besar pula untuk mampu meng eksekusinya agar berhasil.

saran saya, mulailah dengan usaha kecil dan tentunya modal kecil terlebih dahulu, lihat tren dan perkembangannya selama setahun pertama. dan tentunya selama rentang waktu tersebut selalu dalam pengawasan anda.

lalu ditahun berikutnya, ketika anda yakin bahwa usaha tersebut telah cukup stabil dalam hal pembeli dan penjualan. uji dengan melepasnya kepada satu atau dua karyawan.

jika semua sesuai harapan. maka ditahun berikutnya atau tahun keempat. barulah anda boleh mencoba membuka sesuatu yang lebih besar lagi. jangan terburu-buru, nikmati prosesnya dari dasar.

3. Takut Gagal

fail


takut gagal. saya kira tidak ada satupun dari orang didunia ini yang tidak memiliki perasaan takut akan sebuah kegagalan. hanya saja yang perlu untuk selalu diingat dipikirkan sebelum memulai usaha adalah bukan kegagalanya.

melainkan bagaimana agar usaha yang dirintis bisa mengalami kemajuan dengan cara mengelak dan menghindari unsur-unsur ataupun hal yang bisa membawanya kedalam kegagalan.

itu sebabnya, dibutuhkan konsep yang jelas juga matang. gali ide-ide cemerlang yang bisa dikategorikan kedalam plan a, plan b dan seterusnya seandainya rencana awal tidak berjalan dengan lancar.

sehingga usaha yang dirintis atau bisnis yang dibangun tidak langsung hilang melayang terhempas angin kencang persaingan bisnis dilapangan. yang katanya keras. lebih keras dari hati mantan ketika kamu ajak balikan.

4. Belum Punya Partner

tidak ada partner


Belum Punya Partner. terasa realistis dan masuk akal alasan satu ini jika ternyata ini alasan yang kamu pakai buat menunda atau belum memulai untuk membangun bisnis.

tapi, masuk akal tersebut hanya terasa ketika didengar. tidak saat sudah mulai dieksekusi. ketahuilah, bahwa partner terbaik yang kamu miliki ketika pertama kali ingin membangun bisnis adalah dirimu sendiri.

jangan bergantung dengan orang lain yang diharapkan bisa membantu dan menolong kamu mendirikan sebuah usaha atau bisnis. karena mencari partner usaha diawal buka riskan untuk bercerai ditengah jalan.

alasannya sederhana, karena harapan keuntungan oleh keduanya akan terbagi sama rata. tapi itu jika dirasa harus dibagi rata. nahasnya, acapkali terjadi diantara dua orang yang memulai bisnis secara berbarengan merasa jika dirinya lebih memiliki kontribusi lebih terhadap bisnis yang dijalankan.

jadi sebaiknya, mulai saja terlebih dahulu seorang diri. jika diperjalanannya nanti ada yang mengajak buat mengembangkannya bersamaan, anda akan lebih tau dalam membagi tugas dan keuntungannya karena sudah tau seluk beluk, untung rugi bisnis tersebut. sehingga bisa lebih menghindari kesalahpahaman soal bagi hasil dikemudian hari.

5. Tidak Memiliki Mentor

tidak punya mentor


Tidak Memiliki Mentor. memiliki sosok guru yang mengajari atau seseorang yang bisa menjadi pemandu sekaligus panutan merupakan hal bagus untuk didapat. terlebih dalam dunia usaha dan bisnis.

memilki mentor yang tepat akan mengajari kita untuk dapat dengan tepat dan cepat menguasai bisnis yang kita bangun. jika anda khawatir akan satu hal ini dikarenakan tidak menemui dan sulit menjumpai seorang mentor di dunia nyata.

kenapa tidak mencoba mentoring bisnis secara online? di era gadget ini rasanya akan sangat mudah menjumpai orang-orang yang mau mengajari kita soal bisnis.

hanya saja yang perlu diingat adalah, pilihlah mentor atau guru bisnis yang tepat. tentukan terlebih dahulu soal bisnis yang akan digarap. atau cara terbaiknya, pelajari semua jenis usaha dan bisnis. siapa tau dengan mengetahui semua jenisnya, bisa jadi salah satunya menjadi pilihan paling tepat dan terbaik ketimbang pilihan usahamu diawal.

6. Takut Memulai

takut memulai


Takut Memulai. beda dengan perasaan takut gagal. takut memulai disini lebih diibaratkan kepada demam panggung. orang-orang seperti ini biasanya memiliki kepribadian yang lebih introvert.

dan untuk mengatasinya adalah, bergaullah dengan banyak orang, bukalah dunia sosialisasi anda sebesar-besarnya, sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya.

berbincanglah dengan orang-orang lain ataupun yang tidak dikenal lebih sering. sapalah orang-orang asing. sampai kepada titik dimana perasaan demam panggung, malu-malu, minder atau apapun perasaan sejenisnya hilang ataupun sedikit berkurang dari dalam diri anda.

bergaullah dengan sahabat-sahabat yang memiliki kegemaran dalam memberikan dorongan kuat dan motivasi kedalam diri anda. sehingga perasaan negatif yang menghalangi anda dan memberi rasa takut untuk memulai usaha tersebut bisa cepat teratasi dan berubah menjadi kepercayaan diri tingkat tinggi.

7. Masih dibangku Pendidikan

masih sekolah


Masih dibangku Pendidikan. emang kenapa jika anda masih sekolah, atau masih kuliah? emang gak boleh usaha? emang dilarang bisnis? dilarang berdagang? enggak kan..?

mulai saja dulu dengan usaha atau bisnis kelas pelajar, seperti menjual buku, entah itu yang berhubungan dengan sekolah ataupun bagi mereka-mereka yang gemar membaca.

perlengkapan belajar, perlengkapan sekolah seperti sepatu (yang umumnya sering rusak dan diganti). atau memulai jasa antar jemput sekolah (jika anda punya kendaraan pribadi) bagi mereka yang kebetulan sejalan atau satu arah dengan arah pulang anda.

jangan malu atau minder ketika ada suara-suara sumbang dengan mengatakan anda teman yang pelit karena gak mau kasi tumpangan gratis. ya liat-liat dulu dong.., kalo si teman tampak dari kalangan tidak mampu bolehlah memberi gratisan.

tapi jika ternyata dari kondisi yang berada dan berkecukupan? kenapa nggak? daripada siteman sekolah naik ojek online, kenapa tidak tawarkan setengah harga saja kepadanya, toh anda juga tidak akan rugi karena ada di rute yang sama.

dan diapun pasti akan untung karena bisa menyimpan sisa setengah dari ongkosnya. simbiosis mutualisme kan? jadi, jangan tunda lagi. kesempatan bisnis ada dimana aja, hanya tinggal pilihan ada ditangan anda. ingin tetap menjadi kalangan pekerja atau sudah mulai kearah si pemberi kerja?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak