Bahaya Hustle Culture bagi Karyawan dan Perusahaan

 

bahaya sebuah hustle culture

Mengenal apa itu Hustle Culture, Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bisa diartikan bahwa Hustle Culture merupakan Budaya yang memaksa seseorang untuk terus meniti karier tanpa henti dan mengabaikan beragam aspek kehidupan seperti sekitar, pertemanan, persahabatan, dan bahkan yang paling parah adalah mengabaikan keluarga dan kesehatan dengan hanya berfokus kepada kerja, kerja, kerja atau karir, karir dan karir.

Penyebab Hustle Culture

Beragam hal bisa menjadi penyebab terjadinya Hustle Culture pada diri anda, jika saat ini anda merasa bekerja maupun belajar adalah hal paling wajib dan harus segera dilakukan tanpa mau melihat dampak buruk bahkan rela menunda waktu tidur, tidak bersosialisasi, tidak memikirkan waktu istirahat, maka bisa dipastikan bahwa anda telah terjebak kedalam siklus Hustle Culture tersebut.

Penyebab dari banyaknya para pemuda maupun pemudi saat ini yang terjebak kedalam Hustle Culture sedikit banyaknya dipengaruhi oleh cara kerja ataupun belajar yang hampir sepenuhnya dikendalikan oleh kemajuan tekhnologi. karena bagaimana tidak, sebagian besar aktifitas yang para pekerja lakukan diisi dengan menggunakan smartphone, laptop, email, segala aplikasi yang semuanya bergantung kepada tekhnologi.

begitupun dengan beragam kalimat atau kata positif yang sebenarnya meracuni. seperti halnya :
Jangan Menyerah, Ayo Kerja Keras Demi masa depan. atau,

 Masa' Baru Gitu  aja udah Nyerah, Kapan bisa Sukses

 Penyebab berikutnya dari Hustle Culture adalah adanya Perbandingan Status Sosial di Masyarakat. Benar jika untuk menjadi sukses haruslah bekerja keras. tapi tidak pernah ada patokan dasar terhadap seperti apa level sebenarnya dari bekerja keras tersebut. patokan masyarakat sekitar bahwa tolak ukur kesuksesan itu harus diwujudkan dalam sebuah angka rekening ataupun benda seperti rumah mewah, mobil atau kendaraan bagus dan juga karir yang melejit dalam waktu dan usia yang relatif singkat dan muda.

semua itu menjadikan secara tidak langsung Hustle Culture terbentuk dan dianggap hal yang lumrah dan sudah sewajarnya dilakukan oleh para anak muda. tanpa peduli siapa, dan latar belakang keluarga maupun kehidupannya. semua dianggap sama rata.

Dampak Buruk Hustle Culture

Seperti yang barusan disebutkan diatas, jika tidak ada yang salah dari sebuah kerja keras. tapi yang salah adalah saat anda tidak tau dan bisa membedakan antara mana batasan antara kerja keras dengan memaksakan diri demi dianggap bekerja keras.

  • Kehilangan Keseimbangan hidup, adalah salah satu dari dampak buruk yang bisa dihadirkan oleh sebuah kebiasaan yang kita sebut dengan keren sebagai Hustle Culture. Tidak ada lagi interaksi yang sama rata antara perhatian dengan pekerjaan dan karier dibandingkan dengan kerabat juga keluarga.
  • Stress Kronis, kemudian menjadi dampak buruk berikutnya yang ditandai oleh sulitnya seseorang dalam mengontrol emosi serta rasa frustasi akut sampai membawa diri dan tubuh pada tingkat kelelahan berlebihan dan mudahnya kehilangan konsentrasi
  • Kehilangan rasa Syukur, terus merasa haus untuk sukses dan belajar tentu baik. tapi ketika kehilangan rasa syukur yang ditandai dengan tidak ada lagi hal yang dapat membuat puas dan bisa mengucapkan terima kasih pada lingkungan, teman, sahabat, keluarga hingga tuhan. 

Dampak Buruk Hustle Culture pada Bisnis

Bagi para pengusaha maupun pelaku bisnis sebaiknya jangan cepat senang atau bangga dengan melihat para karyawan ataupun pekerjanya menunjukkan antusiasme dan semangat tinggi dalam bekerja sampai-sampai tidak memiliki hal lain yang bisa dipikirkan selain hanya pekerjaan dan karier nya yang akan cemerlang. dampak buruk memiliki pekerja yang mengalami Hustle Culture dalam bisnis diantaranya :

  1. Menyusahkan Rekan Kerja, Para pengidap sindrom Hustle Culture akan terus menerus memikirkan pekerjaan dan pekerjaan. sampa-sampai mereka tidak bisa membedakan antara waktu buat pribadi dan kantornya. dan tidak jarang, rekan kerja terlebih para bawahan didivisinya yang akan terkena imbas dan dampak dari sang Hustlers tersebut. dengan mengirim pekerjaan diwaktu weekend, menelpon di tengah malam dan lain sebagainya. yang tentu saja ini akan berdampak pada kinerja juga efektifitas para karyawan yang merasa terganggu nantinya.
  2. Depresi tinggi dan Mood yang Buruk, bagaimana seseorang yang kerap memiliki mood jelek dan depresi pada tingkat tinggi bisa membawa bisnis anda kearah baik dan positif. bagi seorang pe bisnis tentu anda paham jika memiliki pekerja dengan tingkat ketenangan dan mood yang stabil akan lebih menyenangkan dan memudahkan anda dalam memerintah dan memberi pekerjaan.
  3. Hubungan Kerja Buruk, Tidak jarang mereka yang mengidap syndrom Hustle Culture adalah rekan kerja yang buruk. hal ini berkaitan dengan cara mereka dalam memandang sebuah kerja dan pekerjaan. sampai terkadang sulit membedakan mana yang harus dianggap setara, lebih rendah ataupun lebih tinggi dalam tingkatan manajemen. serta akan mempengaruhi tingkat tata krama serta sopan santun terhadap orang lain.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url