5 Hal Penting untuk Di Perhatikan HRD Saat Rekrut Karyawan

penting HRD Perhatikan setelah Rekrut Pegawai


 Mengenal Istilah HRD sudah tentu berkaitan dengan profesi rekrut merekrut karyawan. namun tidak hanya hal itu saja karena ada beberapa Hal yang mesti di Perhatikan oleh HRD setelah me rekrut karyawan. setidaknya 5 hal harus diperhatikan oleh HRD sesaat setelah Me Rekrut Karyawan. Semangat pagi bagi para sahabat cakaapdotcom dimanapun berada serta dari kalangan manapun berasal.

Bagi banyak pengusaha, merekrut orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi-posisi strategis diperusahaan yang mereka bangun merupakan salah satu harapan besarnya. mereka sadar, dengan merekrut orang-orang yang tepat tersebut, maka perusahaan yang mereka bangun bukan sekedar perusahaan yang bisa berdiri namun lebih dari itu perusahaan itu akan mampu bertahan dalam kondisi serta situasi ekonomi seperti apapun dimasa yang akan datang.

Namun tidak sedikit pula, para pengusaha ini salah dalam merekrut dan menempatkan orang yang tepat pada posisi strategis di perusahaan mereka. ambil contoh, tidak sedikit pengusaha yang memilih HRD yang tidak tepat, memilih Manager yang tidak cakaap, Memilih Marketing yang tidak handal dan masih banyak lagi pilihan-pilihan yang kurang bahkan tidak menguntungkan bagi perusahaan yang mereka bangun, selain hanya menambah beban gaji yang teramat besar karena jumlahnya.

Khusus untuk hal yang satu ini, ada satu divisi yang bisa menentukan orang-orang yang bekerja diperusahaan tersebut benar orang yang tepat atau tidak, benar orang yang cakaap dibidangnya atau tidak. adalah mereka yang berada pada divisi HRD yang mengemban tugas atas tanggung jawab tersebut.

Kita semua tau, tugas HRD bukan hanya sekedar melakukan Personel Administrasi, bukan sekedar melakukan training dan penilaian kerja dan menentukan promosi karir atas dasar kebutuhan perusahaan, melainkan pada tugas paling dasar mereka yaitu melakukan perekrutan terhadap orang-orang yang tepat bagi perusahaan tempat mereka mengabdi.

Dan khusus untuk posisi HRD ini, tidak banyak pula pengusaha yang berhasil mendapatkan para HRD yang Cakaap.  Pun juga, dikarenakan banyak HRD yang kurang cakaap dalam merekrut dan menilai calon karyawan ataupun karyawan bagi perusahaan tempat mereka bernaung.

Alih-alih merekrut karyawan yang tepat, mereka justru hanya merekrut orang-orang berdasarkan hasil psikotes serta wawancara belaka. jika hal ini terlanjur terjadi dan para pelamar tersebut diterima dan telah bekerja bukan berarti tugas HRD selesai tanpa memperhatikan beberapa hal mendasar lainnya yang wajib dilihat dari para karyawan baru tersebut.

lalu, apa saja hal-hal lain yang wajib hukumnya dilihat para HRD bagi para karyawan yang telah direkrut. berikut kami merangkum lima hal mendasar yang wajib HRD lihat saat telah merekrut karyawan jika mereka benar-benar berharap orang tersebut dapat bekerja dengan baik didalam posisi yang mereka isi saat ini.

Lima Hal Utama yang HRD wajib lihat dari karyawan baru :

Attitude

dalam dunia kerja,  tidak semuanya dinilai dari apa yang dihasilkan atas pekerjaan yang dibebankan oleh pekerja itu sendiri. namun juga dinilai apakah sikap dan prilaku mereka menunjang untuk mendapat nilai sempurna atas hasil yang telah mereka upayakan. attitude yang sangat-sangat buruk akan mencerminkan seperti apa cara mereka mendapatkan hasil atas pekerjaan yang mereka lakukan,

Jjangan hanya karena kita membutuhkan dan mereka menghasilkan pekerjaan yang baik lantas kita mengabaikan mereka yang tidak menunjukkan sopan santun terhadap orang lain, dan justru tampak menggurui dan merasa paling pintar sedunia. 

 Skill

Mereka tidak menunjukkan perkembangan apapun selama beberapa bulan bahkan tahun, serta tidak terlihat kemampuan seperti yang kita harapkan saat pertama kali melihat nilai IPK 3.8 pada CV nya. nilai IPK mungkin menjadi perhatian wajib bagi para HRD saat merekomendasikan seseorang bagi perusahaan untuk pertama kali.

Namun perlu digaris bawahi bahwa saat ini banyak sekali IPK tinggi bertebaran diantara para calon pencari kerja. dan yang menjadi masalah, apakah para IPK tinggi ini memiliki skill yang pantas saat menerima tanggung jawab kerja dari kita? jawabannya kebanyakan adalah tidak, dikarenakan saat kuliah pun kebanyakan dari mereka hanya memburu nilai baik.

Tanpa sedikitpun mencoba mengasah keterampilan mereka selama dibangku kuliah sebagai bekal mempersiapkan tidak hanya skill namun mental yang kuat saat nanti terjun kedunia profesional yang sesungguhnya.

Wawasan

Mereka tidak menunjukkan perkembangan wawasan atas perusahaan tempat mereka bekerja melainkan hanya kaku pada bidang yang kita embankan pada mereka. tidak ada rasa penasaran, ingin tahu akan banyak hal pada divisi-divisi lain.

Saat kita tanya bagaimana tanggapan mereka saat meeting ataupun bicara secara empat mata, mereka hanya memberikan jawaban diplomatis umun yang jadi pembicaraan biasa dikalangan karyawan perusahaan.

Bagaimana orang seperti ini bisa kita percayakan atas promosi jabatan dimasa depan? hanya karena dia orang lama, pendidikannya cukup tinggi, atau attitudenya baik selama bekerja? hal ini harus jadi perhatian serius bagi para HRD, jangan sampai dimasa mendatang memberikan promosi jabatan strategis pada mereka yang hanya menunjukkan satu sisi kebaikan dalam pekerjaan, namun tidak memiliki wawasan yang harusnya pantas dimiliki olehnya.

Perhatian

Mereka barangkali memiliki attitude yang baik, namun tidak memiliki perhatian yang cukup untuk mendapat hasil pekerjaan yang memuaskan perusahaan, atasan, ataupun pada koleganya ditempat kerja. hasil pekerjaan yang acak-acakan, bahkan cenderung berantakan dikarenakan tidak adanya rasa perhatian lebih terhadap tugas yang diemban.

Orang-orang yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya terlebih lagi pada tempat dimana dia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. perlu peninjauan ulang dari para HRD apakah kedepan orang ini masih pantas ada pada divisinya, jabatannya atau bahkan diperusahaan.

Permintaan Gaji

Selama bekerja, mereka hanya menunjukkan hasil pekerjaan yang biasa saja didalam divisinya, namun permohonan kenaikan gaji pertahunnya diatas rata-rata dalam persentase. dalam hal ini HRD wajib memberikan peninjauan ulang dalam skill, jabatan, dan hasil pekerjaan serta divisi tempat si karyawan bertugas.

Apakah standarnya memang terlalu rendah, umum atau justru sudah lebih. jika standar keseluruhannya telah dirasa cukup dan tidak menyalahi aturan undang-undang yang ada coba dibicarakan pada karyawan yang bersangkutan, atau mungkin coba tawarkan untuk mengisi posisi kosong pada divisi lain yang ada,

Baca Juga : Alasan Anak Sulit Tidur

Dan jika masih tidak mendapat jalan tengah yang memuaskan bagi kedua belah pihak, barangkali cara ini bisa berhasil yaitu coba tawarkan program pensiun dini  laughkarena banyak karyawan yang sebenarnya ingin keluar namun tidak rela jika tidak mendapatkan royalti atas pekerjaan yang telah dilakukannya selama ini namun merasa canggung atau segan mengakuinya apalagi mengatakannya secara langsung.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url